1. Serunya Memancing di Danau Riam Kanan
Apakah ada diantara travelers tercinta yang hobi memancing? Pada
kesempatan kali ini Pegipegi akan menghadirkan ulasan tentang salah satu
spot memancing terbaik yang perlu kamu kunjungi. Ialah Danau Riam
Kanan, yang terletak di Desa Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan
Selatan. Alkisah, Danau Riam Kanan adalah waduk buatan yang dibangun
dalam jangka waktu 10 tahun dengan membendung aliran 8 sungai yang
bermata air dari Pegunungan Meratus. Bendungan yang diresmikan oleh
Presiden Suharto pada tahun 1973 ini dibuat dengan menenggelamkan
sekitar 9 desa di areal seluas 9730 hektar.
Kamu bisa mengunjungi Danau Riam Kanan dari Kota Banjarbaru dengan
menggunakan kendaraan umum maupun pribadi sejauh 25 kilometer. Di
sepanjang perjalanan kita akan dihibur oleh pemandangan eksotis berupa
bukit-bukit terjal di sisi kanan dan kiri jalan. Persawahan dan
perkampungan yang sesekali terlihat di balik rimbunnya pepohonan.
Dibandingkan Pulau Jawa, tingkat kepadatan penduduk di Pulau Kalimantan
jauh lebih rendah. Jadi jika kamu merupakan penduduk pribumi Pulau Jawa
yang telah bosan memandangi riuh rendah dan penuh sesaknya kehidupan
kota, kunjungan ke Danau Riam Kanan akan dapat sedikit mengobati
kejenuhan kamu.
Sesampainya di lokasi, kamu dapat menyewa perahu klotok (semacam
perahu motor) untuk melakukan perjalanan mengelilingi danau, memancing,
atau mengunjungi Pulau Pinus yang terletak di tengah Danau Riam Kanan.
Harga sewa perahu klotok cukup bervariasi, tergantung dari aktifitas
yang hendak kamu lakukan. Jika kamu berniat untuk memancing, harga sewa
tentu akan sedikit lebih mahal karena, menurut pengalaman pribadi,
kadang kita tidak berhasil mendapat satu ekor ikan pun di satu spot
sehingga harus beberapa kali berpindah tempat hingga mendapatkan
tangkapan yang memuaskan. Beberapa perahu klotok biasanya dilengkapi
dengan ‘fasilitas’ berupa kompor gas kecil dan peralatan memasak. Jadi
kamu dapat langsung memasak dan menyantap ikan hasil tangkapan sambil
duduk terayun-ayun dalam perahu di tengah danau.
Sunyinya suasana, rimbunnya pepohonan, hanya sesekali terdengar suara
burung dan tenangnya air membuat waktu seolah berhenti sejenak untuk
membiarkan kamu berlama-lama menikmatinya. Tips dari kami, dianjurkan
agar kamu mengunjungi Danau Riam Kanan beserta rombongan maupun keluarga
agar menghemat ongkos sewa perahu.
Kuliner khas dari Danau Riam Kanan, tentu saja, adalah berbahan dasar
aneka ragam jenis ikan air tawar yang merupakan endemik danau dan
mungkin akan jarang kamu jumpai di Pulau Jawa, misalnya ikan patin dan
ikan puyau. Kamu bisa mencicipi sajian ikan bakar, salah satu menu yang
paling umum ditawarkan sejumlah warung di sekeliling danau. Atau, kamu
dapat mencoba masakan daging rusa yang juga merupakan kuliner khas Danau
Riam Kanan. Rusa memang termasuk salah satu jenis satwa yang
dilindungi, namun binatang ini sengaja diternakkan oleh masyarakat
setempat untuk keperluan konsumsi.
2. Pemancingan Di Daerah Tapin
Hai sobat blogger selamat datang di dunia pemancingan, rantau mancing
mania mengkhususkan pemancingan seputar daerah rawa~rawa yang ada di
Kab. Tapin Kalimantan Selatan.

Adapun
ikan yang biasa kita pancing cuman seputar ikan papuyu, haruan, sepat
siam, kapar dan pancing yang kita gunakan cuman 2 jenis yaitu pancing
model fiber yang panjangnya bervariasi mulai dari ukuran 3,60 cm - 4,50
cm - 5,50 cm & 6,30 cm dan pancing model tradisional seperti
paring(bambu kecil panjang) lentur dan kuat jadi sebelum menggunakan
pancing jenis paring / bambu biasanya kata orang tapin sini di kadang (
paring dipanaskan diatas bara kayu dibentuk / di ratakan sehingga enak
untuk digunakan). Pancing bambu ini biasanya mempunyai panjang sekitar 7
meter lebih dan digunakan untuk memancing ikan haruan atau istilah
orang tapin "mamair". Umpan untuk mamair ikan haruan biasanya
menggunakan umpan kodok yang di kaitkan di mata kail.mungkin sudah cukup
acara perkenalannya - okey kita lanjut ceritanya seputar spot~spot
pemancingan yang ada di kab. tapin. Secara garis besar spot~spot
pemancingan berada di daerah seperti :
1. Parigi
2. Gadung
3. Masta
4. Sungai Kandang
5. Rawa muning, meliputi rawa muning 1,2 & 3 + batang banyu & pulau jungkal
6. Sungai kajang
7. Pandahan
8. Hiyung
9. Sungai tungkit
10. Margasari
11. Hasnur Sawit Farm
12. dll
pada kesempatan lain kami akan membahas satu persatu spot~spot ini
secara detil dan menyeluruh sehingga info ini bermanfaat bagi mancing
mania yang kebetulan atau sengaja ingin mamancing ke daerah tapin,
salam.
2. Sensasi Mancing Di Air Terjun Riam Hanai (loksado)
Bagi pemancing yang tinggal di perkotaan, apalagi kota-kota besar
seperti Jakarta, tentu tidak pernah membayangan kemungkinan mancing di
air terjun. Apalagi bagi mereka yang melihat air terjun pun belum
pernah, bagaimana keberadaan air terjun di lokasi alam aslinya.
Betapa indahnya dimata dan hati mereka yang mengerti arti mensyukuri
karunia dan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakannya
untuk dinikmati. Suatu pengalaman baru yang sangat berkesan bagi
pemacing yang baru pertama kali mengalami mancing di air terjun.
Kalimantan Selatan yang memiliki luas wilayah 36.985 Km
2
terdiri dari berbagai jenis kondisi geografis yang beragam. Mulai dari
dataran tinggi penggunungan Meratus, hutan hujan torpis, dataran rendah
yang terbentang di pinggiran, pantai dengan berbagai bentuk pesisirnya,
tanah gambut dan rawa potensial yang tak terhingga luasnya serta
sungai-sungai dari berbagai ukuran. Demikian pula Kalimantan Selatan
memiliki banyak objek wisata alami yang belum tersentuh oleh modernisasi
sehingga nilai alamiahnya masih terasa sangat utuh. Kondisi ini justru
merupakan daya tarik bagi wisatawan domestik maupun manca negara yang
menggemari petualangan di alam bebas yang ada di hulu Kalimantan
Selatan. Penduduknya yang ramah dengan kesederhanaannya yang teguh
memegang adat yang turun temurun dari leluhurnya. Hutan hujan tropis
yang banyak menyimpan berbagai jenis kekayaan alam. Derasnya aliran
sungai dengan terdapatnya banyak riam di sepanjang alirannya , sangat
menantang untuk diarungi serta adanya air terjun yang pantas untuk
dinikmati.

Di Wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, objek wisata yang sering
dikunjungi oleh wisatawan utamanya adalah penduduknya yang disebut suku
Dayak Meratus yang ramah tamah dalam menyambut setiap kunjungan. Mereka
tinggal beberapa keluarga dalam sebuah rumah adat yang disebut ”Balai”
rumah besar yang ditopang oleh tiang-tiang tinggi, sungguh unik.
Kemudian wisata alamnya dengan merambah hutan dan sungai-sungai yang
akhirnya berujung di beberapa air terjun yang ada. Di air terjun ini,
para pemancing sejati dapat menyalurkan hobinya dengan sensasi
mancingjenis ikan penghuni air arus deras.
Di bawah jatuhnya air terjun itu merupakan danau yang airnya langsung
mengalir deras melalui sungai-sungai berbatu di bawahnya. Di danau ini
antara lain hidup ikan dari jenis-jenis yang terbatas, antara lain
Mangkih dan Jelawat. Ikan ini tidak menghiraukan gemuruhnya air yang
jatuh di tempat hidupnya dari ketinggian yang lumayan.
Satu dari antara air terjun yang ada adalah air terjun Riam Hanai
yang terletak di Desa Malaris Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai
Selatan di kaki pegunungan Meratus.
Untuk mencapainya, dari ”Balai” Malaris, kita harus berjalan kaki
naik turun jalan setapak dan menyebrangi sungai berbatu selama hampir
satu jam.
Dengan udaranya yang sejuk di siang hari membuat para pengunjung
tahan berlama-lama berada di sekitarnya. Bahkan bagi mereka yang senang
mandi di danau di bawahnya akan merasakan dinginnya percikan air yang
jatuh dari dari atas air terjun.
Ketika di danau tersebut tidak terdapat seseorang pun yang sedang
mandi, saat itu juga acara mancing dapat dilakukan. Setelah sampai di
lokasi, segera peralatan mancing yang telah dipersiapkan untuk memancing
dikeluarkan. Pada acara ini, penulis menggunakan joran fiber sambung
dua (two pieces rod) dengan reel, serta mata kail nomor 7 dengan timah
pemberat (sinker) kurang lebih sebesar jari tangan berbentuk kerucut
tanpa menggunakan pelampung (floating).
3. Pantai Batakan
Pantai Batakan terletak di desa Batakan kecamatan Panyipatan,
Kabupaten Tanah Laut (Tala), sekitar 125 kilometer arah timur dari Kota
Banjarmasin (Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan). Untuk mencapai lokasi
Pantai Batakan, dari Kota Banjarmasin relatif mudah karena kondisi
jalannya cukup baik. Walaupun jalannya berkelak-kelok dan turun-naik,
tetapi menyajikan pemandangan alam yang indah berupa barisan perbukitan
yang menghijau, hamparan persawahan yang menguning, serta perkampungan
nelayan yang berada di tepi pantai.
Pantai Batakan merupakan obyek wisata bahari yang terpadu dengan
panorama alam pegunungan, karena di sebelah timurnya terdapat
perbukitan pinus yang menjadi bagian dari Pegunungan Meratus. Di pantai
ini pengunjung dapat mengelilingi pantai sambil menggunakan kuda sewaan,
bersantai di bawah pohon cemara sambil menikmati keindahan pantai, atau
menyaksikan panorama alam terutama saat matahari akan terbenam
(sunset).
Pantai Batakan juga dilengkapi pula dengan fasilitas khas tempat
rekreasi, seperti kamar mandi untuk bilas, rumah ibadah (masjid),
panggung hiburan, cottage, restourant, penginapan, playground, hingga
areal parkir kendaraan bermotor yang cukup luas.
4. Air Terjun Hamindrai
Air Terjun Hamindrai terletak ± 16 km dari kota Pelaihari,
tepatnya di desa Tanjung Kecamatan Bajuin Kab.Tanah Laut. Air Terjun
Hamindrai
merupakan obyek wisata alam dengan panorama pegunungan yang
mempunyai 3 (tiga) tingkatan air terjun dengan ketinggian ± 22 meter.
Di sekitar air terjun ini juga terdapat beberapa jenis burung
dan tanaman anggrek hutan, dll yang berada di kawasan pegunungan
Maratus. Selain itu juga bisa dikembangkan sebagai ekowisata (trakking,
climbing, hikking), dll.
3. Pantai Takisung
Pantai Takisung adalah merupakan obyek wisata pantai yang
mempesona dengan pemandangan pantai dengan aktivitas jual beli ikan
segar maupun ikan kering langsung dari nelayan.
Pantai Takisung terletak di desa Takisung kecamatan Takisung
yaitu sebelah barat wilayah Kabupaten Tanah Laut. Berjarak kurang lebih
22 km dari kota Pelaihari atau kurang lebih 87 km dari ibu kota
Kalimantan Selatan yaitu Banjarmasin. Meskipun Pantai Takisung merupakan
Laut Jawa, namun ombaknya tidak besar seperti halnya pantai selatan
pulau Jawa. Sehingga aman untuk wisata maupun menjadi pemukiman.
Sebagai objek wisata, Pantai Takisung bisa digolongkan obyek
wisata pantai yang mempesona dengan pemandangan pantai yang dikelilingi
oleh pohon-pohon kelapa dengan pasirnya yang coklat seperti air lautnya
(untuk identifikasi airnya, yaitu dari hasil observasi didapatkan pH
airnya 9 yang tergolong basa dengan suhu 250C dan kecepatan aliran
airnya sebesar 1927 rpm, sedangkan tingkat kecerahan airnya sebesar 32
cm), ditemanin banyak pasar-pasar yang menjual jajanan khas pantai,
mulai dari ikan asin, hiasan kerang, udang, ikan, sampai terumbu karang
langsung dari nelayan. Ditambah lagi Pemerintah Kabupaten Tanah Laut
yang terus mempoles objek wisata ini melalui pembangunan sejumlah
fasilitas umum yang tak dimiliki objek wisata pantai lainnya.
Diantaranya, selter, panggung permanen, rumah makan (belum
dioperasionalkan), dan penginapan.
4. Air Terjun Bajuin
Air Terjun Bajuin terletak 10 km dari kota Pelaihari tepatnya di
Desa Sei Bakar Kabupaten Tanah Laut atau 75 km dari kota Banjarmasin
ibukota Kalimantan Selatan.
Air terjun Bajuin yang meiliki panorama pegunungan yang sangat indah
Air terjun Bajuin yang mengalir dengan derasnya
Air Terjun Bajuin memiliki panorama pegunungan yang indah dan
eksotik. Air terjun Bajuin ini terletak di kawasan lereng pegunungan
Meratus serta ditingkahi kencangnya angin yang menyebabkan air terjun
seolah-olah menari-nari dari atas puncaknya menuju ke bawah.
5. Air Terjun Habulu
Air Terjun Habulu terletak di desa Tanjung Kecamatan Bajuin, ± 17,5 km dari kota Pelaihari.
Wisata Alam Air terjun dengan panorama di ketinggian pegunungan
dan mempunyai 2 (dua) tingkatan ketinggian. Air terjun ke 1 dengan
ketinggian ± 19 meter dan Air terjun ke 2 mempunyai ketinggian ± 111
meter. Selain air terjun, terdapat juga beberapa jenis burung dan
tanaman anggrek hutan.
Objek wisata Goa Marmer terletak di desa Sei Bakar Kecamatan
Bajuin Pelaihari. Objek wisata Goa Marmer dapat ditempuh dengan berjalan
kaki ± 30 menit dari Air Terjun Bajuin, atau ± 10 km dari kota
Pelaihari.
Goa Marmer memiliki keunikan karena dinding goa banyak terdapat
batu marmer yang biasa digunakan untuk ubin rumah dan bentuk atas goa
seperti kubah masjid. Di dalam goa juga terdapat kehidupan binatang
malam seperti kelelawar,
burung, ular, monyet, laba-laba goa, ikan pentet, dll.
Goa Macan / Liang Babau
Goa Macan / Liang Babau terletak di desa Tanjung kecamatan Bajuin, berjarak ± 19 km dari kota Pelaihari.
Obyek Wisata Alam ini merupakan objek wisata goa yang memiliki
aroma tidak sedap (babau=bahasa Banjar), berada di kawasan pegunungan
Meratus
Goa ini terbentuk dari batu marmer, dan mempunyai aliran sungai kecil yang terdapat di dalam goa.
Di sekitar goa terdapat beberapa hewan seperti kelelawar, ular,
monyet merah (Kelahing), laba-laba goa, tikus putih, landak, ayam hutan
dan macan, dll.
Pantai Swarangan
Pantai Swarangan terletak di desa Swarangan kecamatan Jorong.
Aksesibilitas ke obyek tersebut dapat ditempuh melalui transportasi
darat dengan jarak tempuh ± 52 km dari ibukota Kabupayen Tanah Laut (
Pelaihari), atau 117 km dari kota Banjarmasin ibukota Kalimantan
Selatan.
Merupakan objek wisata pantai dengan berbagai sarana pendukung,
menyaksikan matahari terbit. Mempunyai daya dukung dengan gelombang air
laut cukup besar. Wisata pantai dengan tumbuhan pohon bakau, sarana
panggung hiburan, publik toilet. Daya dukung atraksi wisata bahari
dengan besar gelombang serta kejernihan air laut.
Aktivitas olah raga yang bisa dilakukan di pantai ini, yakni berenang,
memancing, dan berselancar. Atau aktivitas yang simpel yakni berjemur
santai di bibir pantai sambil menikmati panorama alam pantai.
Selain
panorama pantai, anda juga bisa menjernihkan mata kita dengan
melihattumbuhan pohon bakau yang masih berwarnaatau melihatsarana
panggung hiburan, dan publik toilet.
Kejernihan air laut merupakan
daya tarik utama bagipara wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut.
Di mana tempat tersebut ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal
maupun mancanegara di waktu hari liburan.
Pantai Swarangan terletak
di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong. Dapat ditempuh melalui transportasi
darat dengan jarak tempuhkurang lebih52 km dari ibukota Kabupaten Tanah
Laut, atau sekitar 117 km dari kota Banjarmasin ibukota Kalimantan
Selatan.
Sayang
keindahan pantai ini harus di nodai dengan pungutan liar orang yang
tidak bertanggung jawab dengan mengenakan tarif masuk semuanya,ane
sendiri juga pernah jadi korban disitu dengan membayar biaya masuk 2
kali, jadi hati-hati bagi anda yang ingin berkunjung kesana,harus
memperhatikan yang mana yang petugas dan mana yang preman...hehehe,
kalau gak ingin membayar masuk 2 kali. Kalau ane perhatikan memang tidak
ada upaya pemerintah untuk mengelola objek wisata ini, hal ini masih
terlihat dengan masih semrawutnya penataan sarana- sarana pendukung,
apalagi pada saat libur banyak sekali warung-warung dadakan dan kamar
mandi myang yang muncul tanpa memandang tata letaknya, sehingga dapat
mangganggu pemandangan.
Pantai Batu Lima
Pantai Batu Lima terletak di desa Kuala Tambangan kecamatan
Takisung, dari ibukota Kabupaten Tanah Laut (Pelaihari) berjarak ± 35
km. sarana yang tersedia di objek ini seperti : Play Ground, Shelter dan
Cottage yang berjumlah 18 buah. Menurut legenda, lima buah batu
tersebut sebagai tempat pemandian 5 orang putri (Upacara Adat Mandi
Badudus).
Pantai Tanjung Dewa
Pantai Tanjung Dewa terletak di Desa Tanjung Dewa Kecamatan
Panyipatan Kabupaten Tanah Laut. Hanya dengan menempuh jarak sekitar 100
km dari kota Banjarmasin maka kita sudah tiba di pantai Tanjung Dewa.
Jarak yang tidak terlalu jauh ini memungkinkan kita untuk dapat berakhir
pekan ke pantai Tanjung Dewa ini kapanpun kita mau. Perjalanan menuju
pantai Tanjung Dewa ini sangat tidak membosankan karena kita akan
melintasi areal persawahan dan pegunungan yang hijau dan indah. Sangat
cocok untuk melepaskan kepenatan terhadap rutinitas harian kita.Beberapa
pantai di Kalsel lebih menonjolkan pesona pasirnya, namun pantai
Tanjung Dewa sedikit berbeda yaitu dengan keindahan karangnya yang lebih
mempesona.
Pantai Tanjung Dewa memiliki 2 bagian, ada bagian yang berpasir
dan ada juga yang berkarang. Jika kita duduk di atas salah satu
karangnya, maka sangat tepat untuk menikmati landscape pantai dan laut
secara bersamaan. Tidak hanya itu saja, selain bisa menikmati keindahan
laut dan pantai kita juga bisa menikmati keindahan pegunungan dari
kejauhan. Saat cuaca cerah lekuk-lekuk gunung akan sangat jelas
terlihat.
Air Terjun Balangdaras
Air terjun Balangdaras terletak 25 km dari kota Pelaihari tepatnya di desa Tanjung kecamatan Bajuin Pelaihari.

Air terjun Balangdaras memiliki panorama pegunungan yang indah
dan eksotik. Berada di ketinggian pegunungan dengan ketinggian ± 45m Air
Terjun Balangdaras berada di kawasan pegunungan Maratus.
Kerbau Rawa Banua Raya
Menyusuri sungai dan rawa untuk menyaksikan kumpulan hewan
kerbau rawa liar. Kerbau rawa ini jumlahnya 180 ekor yang mana biasanya
mereka berada di kawasan hutan yang ditumbuhi banyak pohon galam. Wisata
sungai dengan pemandangan gunung dan areal persawahan. Terletak 26 km
dari kota Pelaihari atau tepatnya di Desa Benua Raya Kecamatan Bati-Bati
Kabupaten Tanah Laut.

Daya dukung lingkungan yang berada di antara pegunungan dengan pengembangan wisata memancing dan berperahu.
Bekantan
Wisata Bekantan terletak di desa Panjaratan Kecamatan Pelaihari,
berjarak ± 15 km pusat kota Pelaihari. Hewan Bekantan sebagai maskot
Kalimantan Selatan merupakan hewan langka yang mesti dilindungi.
Untuk menuju ke kawasan ini, bisa menyusuri sungai Panjaratan
dengan naik perahu motor yang jaraknya ± 3 km. Selain Wisata sungai,
Anda juga bisa menikmati pemandangan gunung, areal perkebunan kelapa
sawit, dan persawahan.
Gunung Karamaian
Gunung Keramaian ini terletak di desa Ujung Batu kecamatan
Pelaihari, ± 58 km dari Kota Banjarmasin. Gunung ini merupakan obyek
wisata alam.
Bukit Kayangan
Bukit Kayangan memiliki pesona yang memukau dengan pemandangan perbukitan dan hamparan perkebunan Kelapa Sawit.

Aksesibilitas darat dapat ditempuh ± 55 km dari Kota
Banjarmasin tepatnya di desa Ambungan sebelum kita menuju/memasuki Kota
Pelaihari tentunya melewati objek wisata tersebut. Sarana yang tersedia
saat ini berupa tempat ibadah (Mushola), dan jenis wisata yang bisa
dikembangkan berupa wisata MICE (Wisata Meeting and Conference).
Wisata Alam Pedesaan panyipatan
Desa Panyipatan yang terletak di Kecamatan Panyipatan Kabupaten
Tanah Laut merupakan tempat obyek wisata khas alam pedesaan.
Usaha tani yang masih diterapkan secara tradisional tanpa pupuk
anorganik dan keasrian alam gi kawasan sentra pertanian (padi lokal).
Area penanaman padi di Panyipatan mencapai ratusan hektare.
persawahan itu menjadi satu dengan tiga desa tetangga, Telaga Langsat,
Kandangan Baru, dan Batu Tungku.
Kawasan pertanian tersebut juga menyimpan kekayaan hayati yang
beragam. Terdapat rawa dalam yang menyimpan ikan air tawar khas
Kalimantan, antara lain, papuyu dan haruan (gabus).
Selain populasinya sangat banyak, ukurannya juga besar-besar.
Desa Panyipatan memiliki potensi wisata alam terpadu yang eksotis.
WISATA BUATAN
Taman Mina Tirta
Keindahan di Taman Mina Tirta Pelaihari waktu siang, sungguh
nyaman untuk tempat beristirahat dan santai sejenak sambil menikmati
keindahan panorama kolam di Taman Mina Tirta ini. Selain ada taman
bermain anak-anak, taman bunga, juga ada sarana rekreasi berupa perahu
sewa berbentuk angsa untuk bersenang senang mengitari kolam Taman Mina
Tirta Pelaihari ini.

Selain itu, bagi kamu yang hobi mancing juga bisa
menyalurkannya disini. Disekitar Taman juga ada sejumlah pedagang yang
menyediakan beraneka minuman segar, tempat yang sangat cocok bagi kamu
yang mau ber istirahat sejenak. Bagi kamu yang dari Kota Baru, Kintap
dan sebagainya yang hendak bepergian ke Kota Banjarmasin, bisa mampir
dan istirahat sebentar di taman ini, tempatnya tidak jauh dari simpang
perkantoran Pemda Tanah Laut.
Taman Kijang Kencana
Letak taman ini berada di tengah kota Pelaihari, tepatnya di
kelurahan Pelaihari kecamatan Pelaihari. Taman yang selalu dikunjungi
oleh muda-mudi, tak hanya itu para orang tua dan yang ingin menikmati
asrinya Taman Kijang Kencana.

dapat dijumpai di sekitar taman sambil menikmati indahnya kota Pelaihari
Menara Pengawas Tentara Jepang
Menara Pengawas Tentara Jepang berada di desa Sei Bakar
Kecamatan Bajuin, berjarak ± 11 km dari kota Pelaihari. Menara Pengawas
ini merupakan kawasan wisata sejarah peninggalan tentara Jepang pada
masa perang dunia ke II.
Kawasan wisata menara pengawas Jepang ini berada dalam kawasan
goa Marmer yang mempunyai nilai sejarah pada masa perang dunia ke II
sebagai tempat tentara Jepang mengintai musuh.
Di sekitar kawasan ini terdapat juga beberapa hewan seperti
kelelawar, burung, ular, monyet, dan di kelilingi view batu-batu cadas
disekitar bunker Jepang tersebut.
Taman Hutan Kota
Taman hutan kota ini terletak di kelurahan Angsau kecamatan
Pelaihari. Pohon yang ditanam cukup bervariasi yang sebagian besar
adalah pohon berkayu hutan tropis. Diantaranya adalah jenis mahoni.
Pohon yang memiliki nilai ekonomis ini akan melengkapi dan dimungkinkan
sebagai pengganti pepohonan yang ada di hutan kota yang umumnya masih
didominasi akasia.
WISATA RELIGIUS
Pulau Datu (Makam Datu Pamulutan)
Pulau Datu adalah pulau kecil yang terdapat di dekat Pantai Batakan, kecamatan Panyipatan, Tanah Laut, Kalsel.

Dinamakan pulau Datu karena di pulau tersebut terdapat makam
seorang datu (sunan/penyebar agama Islam) yang dikenal dengan sebutan
Datu Pamulutan, yang dahulu punya kegemaran menangkap burung dengan
pulut (getah).

Datu Pamulutan ini bukan nama asli beliau melainkan hanya
sebutan/gelar yang diberikan masyarakat karena semasa hidup beliau suka
mamulut (cara berburu dengan menggunakan getah, biasanya untuk berburu
unggas) burung. Menurut cerita warga setempat dahulunya pulau Datu dan
pantai Tanjung Dewa merupakan satu kesatuan, namun karena proses alam
maka akhirnya pulau Datu dan pantai Tanjung Dewa terpisah.
Jika kita ingin ke Pulau Datu kita tinggal menyewa perahu yang
ada disana. Kita tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam karena biayanya
tidak terlalu mahal. Berdasarkan kalender wisata pada bulan Maret ini
akan dilaksanakan haul Datu Pamulutan di desa Tanjung Dewa tersebut.
Selain bisa menikmati wisata alam kita juga bisa menikmati wisata
religius disana. Bagi yang beruntung, di sekitar Pulau Datu juga akan
ditemui beberapa ikan lumba-lumba berkeliaran.
Manaqib Datu Pamulutan
Datu Pamulutan sebenarnya bernama Sultan Hamidinsyah yang
berasal dari Batang Banyu Mangapan Martapura, sehingga nama M Thaher
merupakan nama samaran dalam menjalankan tugas sebagai wali dan hamba
Allah.
Sultan Hamidinsyah ini mempunyai adik yang bernama Sultan
Ribuansyah yang juga seorang pengemban dakwah, dalam menyebarkan Islam
mereka menempuh jalan masing-masing, yaitu Hamidinsyah atau Datu
Pamulutan ke arah timur dan adiknya kearah barat.
Datu Pamulutan mempunyai seorang murid setia yang selalu
mengiringi perjalanan beliau, namanya H Syamsudin yang mempunyai nama
asli Bamasara. Syamsudin, menurut pendapat sebagian orang adalah
penduduk asli Tanjung Dewa yang juga dimakamkan di Pulau Datu, posisinya
lurus dihunjuran (bagian kaki) makam gurunya.
Didalam kubah datu pamulutan, masih ada dua makam lainnya, yaitu
makam H Abdussamad dan H Jafri, mereka adalah dua bersaudara itu
sebagai seorang guru agama dan pada saat wafatnya juga berpesan agar
dimakamkan di pulau Datu.
Datu Pamulutan selama hidupnya senantiasa melaksanakan tugas dan
kewajiban sebagai seorang wali untuk menyebarkan agama, ia juga
memiliki jiwa patroiotisme dan heroisme, terbukti dengan perannya dalam
mengkoordinir masyarakat Desa Tanjung Dewa untuk mengusir penjajan
Portugis.
Kemudian, dari semua kegiatan yang patut dicatat selama
hidupnya, Datu Pamulutan mampu membagi waktunya untuk tiga kegiatan yang
bukan pekerjaan mudah, yaitu menyebarkan agama kepada masyarakat,
mengkoordinir masyarakat untuk melawan penjajah yang ingin mendarat
melalui pantai muara Tanjung Dewa dan sekitarnya, juga tetap menjalankan
hobinya memulut (menjebak, Red) burung di daerah Tanjung Dewa, sehingga
dari sinilah ia mendapat gelar sebagai Datu Pamulutan.
Dalam perjuangan melawan penjajah yang sudah sempat memasuki
Kota Bandarmasih, ia mempunyai anak buah, yaitu Patih Mulur dan Patih
Matis yang bertugas di daerah Pulau Pinang, Datu Saliwah yang punya ciri
muka hilang sebelah di Tabuniu, Pangeran Penyapu Rantau, Datu Sumpit
Gunung Dewa, Panglima Dumalik Kandangan Lama di Kandangan Lama mempunyai
sebuah senjata sakti yaitu parang jarum, karena terbuat dari sekarung
jarum, Patih Singa di Tanjung Selatan. Patih Arjan di daerah perbatasan
Sebuhur.
Yang cukup menonjol dalam hal ini masalah fanatisme beragama,
benar- benar di laksanakan antara yang halal dan haram yang suci dan
najis. Sehingga sebelum beliau wafat sudah sempat berpesan, bila kelak
dipanggil oleh Allah agar dikuburkan di desa Tanjung Dewa.
Setelah berpesan, beliau menggaris batas tanah dengan ibujari
kaki. Untuk membatasi tanah agar tidak tercemar dari hal-hal najis,
seperti dikencingi anjing, apalagi sampai diinjak penjajah kafir.
Di sinilah tampak keramat beliau, tanah yang digaris lambat laun
menjadi sungai kecil dan akhirnya menjadi lautan. Sehingga tanah yang
digaris jadi pulau tersendiri. Datu pamulutan wafat dan dimakamkan di
Pulau Datu tahun 1817 Masehi, sedangkan muridnya menyusul 8 tahun
kemudian atau pada tahun 1825 Masehi.
Sebenarnya ia wafat di desa tempat tinggalnya di Martapura,
kelak bila meninggal dimakamkan ke Tanjung dewa. Karena jalan waktu itu
masih belum seperti sekarang, maka jenazah dibawa lewat sungai kemudian
menyisir laut dengan menggunakan sampan. Di sini kembali terlihat
karamahnya, sampan yang digunakan menurut pandangan orang awam bukanlah
sampan yang layak untuk mengarungi lautan, karena kecil dan lagi bocor,
sehingga ragu apakah sampai atau tidak.
Namun dengan ridho dan rahmat Allah akhirnya sampan bisa sampai ke Tanjung Dewa.
Sampai sekarang, tanah yang menjadi makam beliau terpisah dari
daratan, berjarak sekitar 1,2 - 1,5 kilometer. Sekarang sudah ada
dermaga yang cukup sederhana, pengelolaan makam sendiri dilakukan oleh
pihak ahli waris dan kerabat H Syamsudin muridnya, Makam keramat ini
juga sudah menjadi tempat wisata religius, memanjatkan doa untuk
dirinya. Namun karena letaknya di dekat wisata Batakan. Kondisi tersebut
memungkinkan masyarakat sekitar untuk mendapat penghasilan tambahan,
yaitu mengantar peziarah menyeberang dengan menggunakan perahu.